Friday, August 19, 2011

Terlena v.05

Kenapa manusia kadang bersemangat kadang tidak? Kenapa orang kadang terinspirasi kadang tidak? Pada saat kita berada dalam bahaya kita bisa lebih kreatif, tapi kenapa pada saat keadaan baik-baik saja bisa lebih sulit menemukan tujuan?

Teori saya bahwa keadaan default / biasa setiap orang adalah terinspirasi. Kalau pada saat "baik-baik" saja kita malah lebih tidak terinspirasi, berarti kita sedang tertipu, atau sedang berada dalam pengaruh buatan. Begitu bahaya ada di depan mata, kita menyadari kenyataan, dan kemudian kita kembali terinspirasi seperti semula.

Kita harus selalu berusaha mengidentifikasi dari mana dan apa pengaruh buatan yang sedang diterapkan pada kita, kita harus dapat menghentikannya. Saya tidak bermaksud bahwa kalau kita sedang berbuat jahat dan merasa excited posisi kita lebih baik... hal itu cuma berarti bahwa kita berlangkah-langkah mundur dalam menghadapi pengaruh-pengaruh yang harus dihadapi saat berusaha untuk memampukan dan memaukan semua orang untuk menolong semua orang. 

Saya bermaksud agar kita bertahan, pada kenyataan kita ada di dalam satu kenyataan, bersama-sama. Membuat semua orang semakin mampu dan mau untuk menolong semua orang adalah posisi yang paling lovely. Kalau inspirasi kita mandek saat berusaha untuk dapat menolong orang, itu adalah kesempatan untuk membuka pengetahuan akan kebohongan yang tak sengaja sudah kita percayai.

1 comment:

  1. Seperti mengulang-ulang pekerjaan yang sama, waktu ada karena irreversibility. Jadi semuanya sebenarnya baru, tapi kita merasa tidak terinspirasi atau tidak berdiversifikasi jadi kita merasa tidak lebih aman dalam melakukan apa yang kita lakukan.
    Melakukan hal yang berbeda sama sekali juga kurang maksimal, karena kita seperti tidak melanjutkan apa yang kita kerjakan.
    Yang terbaik sekarang menurut saya adalah, bekerja dengan sedikit berbeda dari sebelumnya, dan berbeda dan berbeda lagi. (Karena jelas bekerja dengan cara yang lama tidak membawa perbedaan).

    ReplyDelete